Minggu, 06 Agustus 2017

Impian Anak Desa, Oleh Anastasia Gema Huberta Pia (Siswa Kelas IX D, SMPN 3 Wulanggitang – Hewa)


Impian Anak Desa
Oleh    : Anastasia Gema Huberta Pia
(Siswa Kelas IX D, SMPN 3 Wulanggitang – Hewa)

Seiring terbitnya sang mentari
Terbit pula semangat mereka
Berburu bersama waktu
Mengejar cita, meraih mimpi
Walaupun harus dibayar dengan jarak yang cukup jauh

                                                Langkah demi langkah terukir di sana
                                                Di sepanjang jalan berbatu
                                                Yang kian terkikis oleh jejak kaki mereka
                                                Mereka yang hanya dengan tekad
                                                Ingin meraih mimpi
                                                Meraih cita- cita di desa seberang

Wahai Anak desa....
Tetaplah semangat melangkah
Walaupun harus menjejakan kaki di atas bebatuan
Walaupun harus melawan terik diwaktu siang
Janganlah sekali- kalai kau menyerah
Tetaplah semangat dalam berjuang
Gapai citamu
Gapai mimpimu
***


SMPN 1 Wulanggitang Gelar Pelatihan Jurnalistik

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Wulanggitang pada Kamis- Jumat (27-28/7/17) menggelar Pelatihan Jurnalistik. Kegiatan yang diselenggarakan di ruang kelas IXB ini, melibatkan siswa sebanyak 32 orang, utusan kelas.
Pelatihan jurnalistik terselenggara berkat kerjasama antara SMPN 1 Wulanggitang dengan Media Pendidikan Cakrawala NTT dan Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur.

            Kepala SMPN 1 SMPN 1 Wulanggitang, Gaspar Lakebelek Tukan, S.Pd saat dimintai pendapat terkait pelaksanaan kegiatan jurnalistik mengatakan, sekolah harus menghidupkan kegiatan jurnalistik untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga trampil menulis.”Sekolah harus menghidupkan kegiatan pelatihan jurnalistik agar mampu menghasilkan generasi muda yang bukan hanya bisa membaca, tetapi juga trampil menulis apa yang ia baca ke dalam bentuk tulisan,’kata Gaspar.

            Sementara menurut Pemimpin Umum Media Pendidikan Cakrawala NTT, Gusty Richarno, mengatakan siswa mesti membiasakan diri membaca dan menulis. Karena dua hal ini saling berkaitan. “Kita terus berupaya untuk mendorong siswa agar dapat membiasakan diri membaca dan menulis. Karena membaca dan menulis adalah dua hal yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Jika kita tidak terbiasa untuk membaca, kita tidak akan bisa menulis, demikianpun sebaliknya, jika kita tidak menulis maka kita tidak akan membiasakan diri untuk membaca,’kata Gusty.

            Narasumber pada pelatihan jurnalistik ini adalah Maksimus Masan Kian, S.Pd selaku Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Flores Timur. Maksi, sapaan Maksimus Masan Kian, pada kesempatan itu membagikan pengalaman seputar dunia menulis tentang, motivasi menulis, menulis di Buku Harian, menulis surat, menulis puisi, dan menulis berita sekolah.Sementara Gusty Richarno memberikan materi tentang teknik menulis karya ilmiah populer untuk Kepala Sekolah dan guru.

            Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Peserta yang rata-rata baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, nampak ceria dan penuh semangat mengikuti materi demi materi. (Stefania Pajan Leba- Siswa Kelas IXA SMPN 1 Wulanggitang)